Tampilkan postingan dengan label dalam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dalam. Tampilkan semua postingan
Senin, 11 Agustus 2014
Remaja Tiru Program TV Campak Bayi Dalam Sungai

India – Akibat terlalu obses dengan rancangan di televisyen, seorang remaja berusia 14 tahun telah menculik seorang kanak-kanak berusia setahun dan mencampaknya ke dalam sungai.
Tujuan remaja itu berbuat demikian adalah bagi melihat sama ada polis mampu menangkapnya.
Remaja itu yang obses dengan program Savdhaan India, iaitu yang rancangan yang menyiarkan cerita-cerita jenayah di India, telah menculik Sumit Singh ketika kanak-kanak itu bermain di luar rumahnya.

Kejadian tersebut disaksikan oleh jirannya yang melihat remaja itu membalut bayi tersebut dengan kain sebelum mencampaknya ke dalam sungai.
Malangnya mayat kanak-kanak lelaki itu tidak ditemui meskipun pihak berkuasa sudah empat hari melancarkan gerakan mencari dan menyelamat di sekitar sungai terbabit.
Dalam pada itu, bapa dan ibu mangsa, Santosh Singh, 34, serta isterinya Urvashi, 29, yang berasal dari Indore, Madhya Pradesh, kini berada dalam keadaan tertekan selepas kehilangan satu-satunya anak mereka itu.
Santosh ketika ditemui berkata,sehingga kini mayat Sumit gagal ditemui meskipun usaha mencari telah dilancarkan.
“Kami hanya boleh mengharap agar Sumit diselamatkan oleh individu lain,’’ katanya.
Ketika kejadian Sumit sedang bermain di luar rumahnya apabila dia diculik. Ketika itu ibunya hanya masuk sekejap ke dalam rumah dan selepas keluar, dia mendapati anaknya itu sudah hilang.
Sementara polis pula memberitahu, remaja itu pada awalnya menafikan dia mencampak kanak-kanak tersebut sebaliknya mendakwa dia hanya membuang sampah di dalam sungai.
Namun selepas beberapa hari, akhirnya remaja itu mengaku dan memaklumkan dia berbuat demikian kerana meniru rancangan di televisyen.
Jelas polis itu, remaja tersebut ingin menguji polis sama ada pihak berkuasa boleh menangkapnya kerana dalam rancangan itu, polis gagal mengesan pesalah.
Dia kini dihantar ke pusat tahanan juvana sementara menanti perbicaraan di mahkamah.
Remaja itu juga tidak menunjukkan tanda-tanda menyesal sebaliknya bersikap agresif.
Keluarganya juga mengesahkan remaja itu sering menonton program berkenaan dengan kusyuk dan akan mengamuk jika ada orang lain menukar rancangan yang lain.
Selasa, 11 Februari 2014
Belut Jalan Dalam Perut Cari Jalan Keluar
Guangdong – Seorang penagih porno yang menyumbatkan seekor belut ke dalam duburnya terpaksa menjalani pembedahan sepanjang malam selepas binatang itu tersekat.Lelaki dari selatan China itu melakukan perbuatan ganjil itu untuk meniru babak dalam satu filem porno.Bagaimanapun, lelaki yang belum berkahwin itu terpaksa bergegas ke hospital di wilayah Guangdong dan memberitahu petugas perubatan: “Tolong saya, tolong saya. Belut itu bergerak di dalam tubuh saya.” Pakar bedah akhirnya berjaya mengeluarkan belut lumpur Asia sepanjang satu setengah meter dan berat lebih setengah kilo pada awal pagi semalam selepas menjalankan pembedahan. “Belut itu hanya cuba mencari jalan keluar. Ia masih hidup ketika kami keluarkannya tetapi mati tidak lama selepas itu.“Lelaki itu bertindak bodoh dan dia bernasib baik kerana tindakannya itu boleh menyebabkan dia cedera parah. Belut mempunyai gigi kecil tetapi tajam,” kata anggota pasukan perubatan itu.“Kami tahu apa yang berlaku dan lelaki berusia 39 tahun itu akan disoalsiasat berkait dengan kes kekejaman terhadap haiwan,” kata jurucakap polis. – Daily Mail
Senin, 10 Februari 2014
Seperti Ini Rupa Burung Tertua Dalam Sejarah
Spesies menyerupai burung yang diketahui selama ini sebagai nenek moyang burung ternyata bukanlah unggas pertama. Sebelumnya, sudah ada spesies berbulu di jaman dinosaurus yang diyakini sebagai spesies purba dari burung yang ada hari ini.
Temuan dinosaurus berbulu ini sekaligus mengubah cara manusia melihat burung serta evolusinya.
Temuan dinosaurus berbulu ini sekaligus mengubah cara manusia melihat burung serta evolusinya.

Fosil unggas sepanjang 30 cm menjadi bukti kuat bahwa sesungguhnya ada burung yang menjelajahi langit Bumi di jaman dinosaurus. Kehadirannya menentang asal-usul spesies unggas selama ini.
Sebelumnya, para ilmuwan percaya bahwa burung berevolusi dari dinosaurus sejenis Theropods, dari awal zaman Cretaceous, sekitar 120-130 juta tahun yang lalu.
Namun, temuan baru di daerah Timur Laut China ternyata jauh lebih tua ketimbang Theropod yang hidup di pertengahan zaman Jurassic.
Ilmuwan memperkirakan, Eosinopteryx berada di Bumi lebih dari 145 juta tahun yang lalu.
"Penemuan ini menggugurkan keraguan lebih lanjut pada teori sebelumnya, bahwa fosil Archaeoptryx yang terkenal dan disebut-sebut sebagai burung pertama. Dan temuan ini sangat penting bagi evolusi burung modern," kata Dr Gareth Dyke, dosen senior untuk Vertebrate Palaeontology dari University of Southampton.
"Temuan ini sekaligus menunjukkan bahwa asal-usul burung atau unggas jauh lebih kompleks daripada yang diperkirakan sebelumnya," pungkas Dyke.
Menurut analisa pada fosil, burung purba Eosinopteryx memiliki tubuh berbulu dan tidak bisa terbang. Sebab, lebar sayapnya terlalu kecil, dan lagi pula struktur tulangnya membatasi kemampuannya untuk mengepakkan sayap.
Sebelumnya, para ilmuwan percaya bahwa burung berevolusi dari dinosaurus sejenis Theropods, dari awal zaman Cretaceous, sekitar 120-130 juta tahun yang lalu.
Namun, temuan baru di daerah Timur Laut China ternyata jauh lebih tua ketimbang Theropod yang hidup di pertengahan zaman Jurassic.
Ilmuwan memperkirakan, Eosinopteryx berada di Bumi lebih dari 145 juta tahun yang lalu.
"Penemuan ini menggugurkan keraguan lebih lanjut pada teori sebelumnya, bahwa fosil Archaeoptryx yang terkenal dan disebut-sebut sebagai burung pertama. Dan temuan ini sangat penting bagi evolusi burung modern," kata Dr Gareth Dyke, dosen senior untuk Vertebrate Palaeontology dari University of Southampton.
"Temuan ini sekaligus menunjukkan bahwa asal-usul burung atau unggas jauh lebih kompleks daripada yang diperkirakan sebelumnya," pungkas Dyke.
Menurut analisa pada fosil, burung purba Eosinopteryx memiliki tubuh berbulu dan tidak bisa terbang. Sebab, lebar sayapnya terlalu kecil, dan lagi pula struktur tulangnya membatasi kemampuannya untuk mengepakkan sayap.
Sumber:
viva
Senin, 03 Februari 2014
Alat Mesin Penjual Minuman Canggih di Dalam Taksi

Taksi tentu menjadi salah satu transportasi umum di kota-kota besar. Dengan berbagai fasilitas majalah, tisu dan kadang sebuah TV, diberikan secara cuma-cuma bagi setiap pelanggan.
Namun hal tersebut akan terkesan biasa jika dibandingankan dengan taksi di New Orleans yang berlogokan Orleans Carriage Cab.
Di dalam taksi satu ini, terdapat mesin penjual minuman di dalam kabin penumpang. Sehingga penumpang bisa menikmati minuman seperti Coke, Sprite, Ice Tea dan lainnya.

Hanya dengan membayar satu dolar saja, maka Anda bisa memilih minuman Anda yang inginkan yang akan terpampang pada layar touchscreen, yang kemudian akan keluar secara otomatis yang sudah diaplikasikan pada sekitar 250 taksi di armada tersebut.
Apakah menurut Anda hal tersebut cocok dilakukan di Indonesia?Apakah hal tersebut berguna atau hanya membuang uang saja?
Rabu, 27 November 2013
Nano Spider Robot DNA Penghancur Kanker dari Dalam Tubuh
Para ilmuwan telah menciptakan robot mikroskopis dari molekul DNA yang dapat berjalan, berbalik dan bahkan menciptakan produk-produk kecil mereka sendiri di jalur perakitan berskala nano.
Perangkat revolusioner yang dijelaskan dalam jurnal Nature ini di masa depan diharapkan bisa memimpin pasukan robot ahli bedah yang bisa membersihkan arteri manusia atau membangun komponen komputer di dalamnya.

Dikutip dari Daily Mail, salah satu pendukung proyek dari New York Columbia University ini bahkan telah mengembangkan robot laba-laba berukuran 4 nanometer atau sekitar 100.000 kali lebih kecil dari diameter rambut manusia.
Robot laba-laba ini diharapkan dapat berjalan sepanjang lintasan DNA. Dengan menggunakan alur yang sesuai dengan urutan, robot dapat dibuat untuk berjalan, berbelok ke kiri atau kanan sesuai alur untaian DNA.
Tubuh robot ini terdiri dari protein yang biasa disebut streptavidin. Melekat padanya kaki tiga enzimatik DNA untai tunggal yang mengikat dan kaki keempatnya adalah untaian yang membawa laba-laba ke titik awal.
"Setelah robot dilepaskan dari pemicu, maka ia akan mengikat kemudian memotong untaian DNA," ujar Milan Stojanovic selaku ketua tim proyek. Setelah untaian dipotong, kaki robot mulai meraih jalur dan mencocokan DNA. Dengan ini, robot dipandu ke jalur yang ditetapkan oleh peneliti.

Untuk melihat robot ini bergerak, para peneliti menggunakan mikroskop kekuatan atom. Robot ini bisa mencatat tanda-tanda penyakit pada permukaan sel, menentukan sel itu adalah kanker, menghancurkan sel kanker bahkan robot itu bisa memberikan senyawa untuk membunuhnya.
Rupanya DNA berjalan ini sudah dikembangkan sejak dulu, namun mereka tak pernah mencapai prestasi seperti saat ini. "Robot itu bisa berjalan hingga 100 nanometer atau sekitar 50 langkah," ungkap Profesor Yan asal Arizona State University.
"Ini pertama kalinya sistem mesin nano digunakan untuk melakukan operasi. Sebuah kemajuan penting dalam evolusi teknologi DNA," kata Lloyd Smith dari University of Wisconsin, Madison.
Hampir 6 miliar poundsterling diinvestasikan dalam penelitian dan pengembangan produk nano di seluruh dunia.
Sumber :
detikinet.com
ReadFull Article ..
Perangkat revolusioner yang dijelaskan dalam jurnal Nature ini di masa depan diharapkan bisa memimpin pasukan robot ahli bedah yang bisa membersihkan arteri manusia atau membangun komponen komputer di dalamnya.
Dikutip dari Daily Mail, salah satu pendukung proyek dari New York Columbia University ini bahkan telah mengembangkan robot laba-laba berukuran 4 nanometer atau sekitar 100.000 kali lebih kecil dari diameter rambut manusia.
Robot laba-laba ini diharapkan dapat berjalan sepanjang lintasan DNA. Dengan menggunakan alur yang sesuai dengan urutan, robot dapat dibuat untuk berjalan, berbelok ke kiri atau kanan sesuai alur untaian DNA.
Tubuh robot ini terdiri dari protein yang biasa disebut streptavidin. Melekat padanya kaki tiga enzimatik DNA untai tunggal yang mengikat dan kaki keempatnya adalah untaian yang membawa laba-laba ke titik awal.
"Setelah robot dilepaskan dari pemicu, maka ia akan mengikat kemudian memotong untaian DNA," ujar Milan Stojanovic selaku ketua tim proyek. Setelah untaian dipotong, kaki robot mulai meraih jalur dan mencocokan DNA. Dengan ini, robot dipandu ke jalur yang ditetapkan oleh peneliti.
Untuk melihat robot ini bergerak, para peneliti menggunakan mikroskop kekuatan atom. Robot ini bisa mencatat tanda-tanda penyakit pada permukaan sel, menentukan sel itu adalah kanker, menghancurkan sel kanker bahkan robot itu bisa memberikan senyawa untuk membunuhnya.
Rupanya DNA berjalan ini sudah dikembangkan sejak dulu, namun mereka tak pernah mencapai prestasi seperti saat ini. "Robot itu bisa berjalan hingga 100 nanometer atau sekitar 50 langkah," ungkap Profesor Yan asal Arizona State University.
"Ini pertama kalinya sistem mesin nano digunakan untuk melakukan operasi. Sebuah kemajuan penting dalam evolusi teknologi DNA," kata Lloyd Smith dari University of Wisconsin, Madison.
Hampir 6 miliar poundsterling diinvestasikan dalam penelitian dan pengembangan produk nano di seluruh dunia.
Sumber :
detikinet.com
Langganan:
Postingan (Atom)