Tampilkan postingan dengan label makan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Februari 2014

Makan Rumput Laut Massal Masuk MURI

MAKASSAR--Sebanyak 1.247 orang ambil bagian dalam gerakan makan dan minum rumput laut Indonesia bertema "Sehat Berserat" di Mal Ratu Indah (MaRI), 29-31 Oktober. Gerakan makan dan minum rumput laut ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan di Indonesia bahkan dunia.

Gerakan makan dan minum rumput laut ini resmi masuk dalam pencatatan rekor MuRI dan rekor dunia. Ketua Panitia sekaligus Ketua Umum Asosiasi Petani dan Pengelola Rumput Laut Indonesia (Asperli), Arman Arfah mengatakan, awalnya, gerakan makan dan minum kuliner rumput laut ini menargetkan 2.000 orang. Tapi yang ambil bagian hanya 1.247 orang.

"Kendati tidak memenuhi target, namun tetap masuk dalam pencatatan rekor MuRI, karena kegiatan ini merupakan yang pertama kalinya," jelas Arman. Kegiatan yang juga dirangkaikan dengan festival kuliner berbahan rumput laut ini, diikuti beberapa lembaga dan organisasi kemasyarakatan antara lain, BKMT, sadar wisata, perbankan, majelis taklim, Forum Komunikasi Muslimah, Gerakan Koperasi, perhotelan, dan kelompok tani atau pengusaha rumput laut.

Arman menyebutkan, salah satu tujuan dilakukannya gerakan makan dan minum rumput laut ini, agar masyarakat semakin menyadari betapa pentingnya menkonsumsi produk rumput laut untuk kesehatan. Apalagi Indonesia khususnya Sulsel memang merupakan daerah yang memiliki produksi rumput laut yang cukup besar.

"Makan kuliner yang terbuat dari rumput laut itu baik untuk kesehatan. Makanya kegiatan ini kita lakukan sebagai upaya mensosialisasikan manfaat menkonsumsi rumput laut," tambah Arman.

Untuk kegiatan festival kuliner berbahan rumput laut, Arman menyebutkan dilakukan dengan memperlombakan berbagai jenis kuliner berbahan baku utama rumput laut. Pengumuman pemenang dan pemberian hadiah kepada peserta yang dianggap paling kreatif dengan kuliner rumput laut akan dilakukan hari ini.

Sumber: http://www.jpnn.com/read/2010/10/31/75940/Makan-Rumput-Laut-Massal-Masuk-MURI-
ReadFull Article ..

Jumat, 31 Januari 2014

Saya tak makan ugut Mazlan jawab Azalina

NORSHIKIN MOHD SALLEH
4 Oktober 2012
Mazlan Aliman
Mazlan Aliman
SENAI – "Saya tak akan minta maaf dan bersedia hadapi sebarang kemungkinan," demikian tegas Presiden Persatuan Anak Peneroka Felda Kebangsaan (Anak), Mazlan Aliman, semalam.

Mazlan berkata demikian menjawab kata dua Ahli Parlimen Pengerang, Datuk Seri Azalina Othman Said, yang mahu beliau meminta maaf kerana membuat tuduhan melulu terhadapnya berhubung projek Pembangunan Bersepadu Penapisan Minyak dan Petrokimia (Rapid) di Pengerang.

“Saya tidak kata dirinya (Azalina) terlibat dalam projek itu. Apa yang saya sebut ialah, selaku Ahli Parlimen, beliau mempunyai alasan dan sebab mengenai pembangunan itu dilakukan di kawasan perkampungan penduduk.

“Saya tidak akan minta maaf. Jika dia rasa ada sebab untuk saman, itu hak dia, hak demokrasi," katanya kepada Sinar Harian, semalam.

Menurut Mazlan, beliau tidak makan ugut dan akan terus mendedahkan apa sahaja maklumat yang diperoleh.

"Saya bukan budak kecil yang takut, dan ia tidak akan membuatkan saya terhenti untuk terus membuat pendedahan yang saya andaikan satu sandiwara dan lakonan. Saya akan dedahkan pada bila-bila masa,” katanya.

Mazlan turut menjelaskan, beliau telah turun padang ke Pengerang sejak setahun lalu dan berdasarkan maklumat yang diterima menerusi penganalisis dan penyelidik di situ, pembangunan projek yang sama di Kertih, Terengganu dan Bintulu, Sarawak perlu dicontohi kerana tidak mengorbankan penempatan penduduk kampung.

“Ditegaskan, saya tidak menolak pembangunan, namun projek itu jelas dibangunkan di kawasan yang mempunyai penduduk, bukan di Kampung Abdul Ghani Othman, yang tanahnya milik kerajaan,” katanya.

Kelmarin, Azalina berkata, tuduhan Mazlan berniat jahat dan berunsur fitnah dan beliau akan fail saman terhadapnya dan mana-mana portal yang menyokong kenyataan pemimpin Pas itu berhubung isu projek Rapid.

“Tuduhan yang dia (Mazlan) buat di depan rakyat Pengerang seolah-olah saya yang harus bertanggungjawab. Bagi saya itu adalah niat jahat dan saya telah mengarahkan peguam saya untuk mengkaji teks ucapannya,” katanya.sinar harian
ReadFull Article ..